Mojokerto sering dikenal sebagai kota bersejarah peninggalan Kerajaan Majapahit, tapi di balik itu ada banyak desa yang menyimpan keindahan alam dan budaya yang jarang diekspos wisatawan. situs mix parlay Kalau kamu bosan dengan destinasi mainstream yang itu-itu saja, desa-desa di Mojokerto bisa jadi pilihan menarik buat healing sekaligus belajar sejarah. Suasananya masih asri, penduduknya ramah, dan harga jajanan lokalnya pun bersahabat di kantong. Yuk simak beberapa desa wisata di Mojokerto yang wajib kamu kunjungi.Desa Wisata Trawas, Udara Sejuk di Kaki Gunung Welirang
Trawas jadi salah satu desa yang paling sering disebut kalau ngobrolin wisata Mojokerto. Lokasinya ada di lereng Gunung Welirang, jadi udaranya adem banget, cocok buat yang pengen kabur sebentar dari panasnya kota. Di sini kamu bisa nemuin banyak spot outbound, camping ground, sampai homestay dengan pemandangan sawah terasering yang bikin betah. Kalau suka foto-foto, pagi hari di Trawas itu momen terbaik karena kabut tipis masih menyelimuti perbukitan.
Desa Ketapanrame, Rumah Bagi Air Terjun Dlundung
Masih di kawasan Trawas, ada Desa Ketapanrame yang terkenal dengan Air Terjun Dlundung. Trekking menuju air terjun ini nggak terlalu berat, jadi cocok buat keluarga atau rombongan yang mau piknik santai. Selain air terjun, desa ini juga punya kolam renang alami dan area camping yang ramai dikunjungi saat akhir pekan. Warga sekitar juga menjual hasil kebun seperti sayur dan buah segar yang bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh.
Desa Wisata Padusan, Spot Relaksasi dengan Pemandian Air Panas
Buat yang pengen relaksasi, Desa Padusan punya pemandian air panas alami yang dipercaya bisa meredakan pegal-pegal setelah perjalanan jauh. Selain pemandian, area ini juga jadi gerbang menuju jalur pendakian Gunung Welirang dan Gunung Arjuno, jadi sering dijadikan titik istirahat para pendaki sebelum atau sesudah naik gunung. Suasananya tenang, dikelilingi pepohonan pinus yang bikin udara makin segar.
Desa Wisata Bejijong, Jejak Kerajaan Majapahit yang Masih Hidup
Kalau kamu lebih tertarik ke sisi sejarah dan budaya, Desa Bejijong di Kecamatan Trowulan adalah tempat yang pas. Di sini berdiri Patung Buddha Tidur raksasa yang jadi ikon wisata, serta beberapa situs peninggalan Majapahit seperti Candi Brahu. Desa ini juga dikenal sebagai sentra kerajinan cor kuningan dan perunggu turun-temurun, jadi kamu bisa lihat langsung proses pembuatan kerajinan sambil belajar sejarah kerajaan besar yang pernah berjaya di tanah Jawa ini.
Desa Wisata Claket, Perpaduan Alam dan Edukasi Pertanian
Desa Claket menawarkan konsep wisata edukasi yang cocok buat rombongan keluarga atau anak sekolah. Di sini ada kebun buah, peternakan, dan aktivitas bertani yang bisa dicoba langsung oleh pengunjung. Anak-anak biasanya senang banget diajak memerah susu sapi atau memetik buah langsung dari pohonnya. Selain edukatif, pemandangan pegunungan di sekitar desa ini juga nggak kalah cantik buat spot foto.
Kuliner Khas yang Wajib Dicoba
Jangan lupa cicipi kuliner khas saat berkunjung ke desa-desa ini. Ada onde-onde Mojokerto yang legendaris, sate keong, hingga wedang uwuh hangat yang pas dinikmati di udara pegunungan yang sejuk. Banyak warung kecil milik warga lokal yang menyajikan menu rumahan dengan harga terjangkau, jadi jangan ragu buat mampir dan ngobrol santai sama pemiliknya.
Penutup
Desa-desa wisata di Mojokerto membuktikan bahwa keindahan nggak melulu soal pantai atau gunung yang sudah terkenal. Ada kombinasi unik antara alam, sejarah, dan budaya lokal yang bikin setiap kunjungan terasa berbeda. Mulai dari udara sejuk Trawas, air terjun Dlundung, pemandian air panas Padusan, jejak Majapahit di Bejijong, sampai wisata edukasi di Claket, semuanya layak masuk daftar liburanmu berikutnya. Jadi kapan mau agendakan trip ke desa-desa Mojokerto ini?